MULAI MENDONGENG

 

Membaca tulisan Mba Ary Nilandari di sini,  membuat saya tersadar. Selama ini, saya hanya melakukan read aloud pada Shofie dan jaraaang sekali mendongeng. Nyaris tidak pernah! Pemikiran saya waktu itu, bahasa saat mendongeng kurang bagus. Kalimat yang diucapkan secara spontanitas tentunya tak sebaik teks di buku.

Tapi, setelah membaca tulisan Mbak Ary itu, pikiran tentang mendongeng jadi berubah. Saya justru terinspirasi. Mendongeng bisa menjadi solusi atas masalah saya selama ini! Ya, saya akan mendongeng untuk cerita-cerita yang belum disukai Shofie.

Maksudnya?

Saya hobi mengumpulkan buku bacaan untuk anak-anak. Baik buku-buku lama (cerita klasik, karya enid blyton, road dahl, dll) maupun buku baru, yang terdiri dari cerita fiksi, sains, maupun kisah Islami. Dari semua buku itu, Shofie sangat pilah-pilih. Ada banyak buku yang ditolaknya, kalau saya mau membacakan untuknya. Terutama buku agama, seperti kisah nabi dan rasul, shahih bukhari, dan lainnya. Padahal, menurut saya itu bagus dan penting! Wajib baca, deh.

Sebenarnya, saya pernah curhat masalah Shofie belum mau dibacain buku-buku agama  di Facebook. Sharing dari Retno dan Mba Ary Susanti sangat menarik. Retno melakukan read aloud ketika anak-anak main, juga bermain semacam sandiwara bersama anak-anak.

 

Sementara Mba Ary Susanti mendongeng dan membuat anak penasaran dengan cerita yang sengaja dibuat menggantung. Atau sengaja membuka dengan kalimat yang sudah membuat anak-anak penasaran. “Kalian sudah tahu, kan, cerita tentang ini?” Biasanya, pertanyaan anak-anak adalah, “Belum. Cerita apa? Cerita apa?” Langkah awal yang bagus untuk mendongeng!

Setelah mendapat hal itu dari Retno dan Mba Ary, saya sempat mempraktikkan read aloud ketika Shofie sedang main. Awalnya dia menolak.

buku agama

“Shofie, enggak mau baca itu!”

“Shofie main aja. Enggak dengerin juga enggak papa. Mama lagi pengin baca keras, kok.”

Dia manyun sambil tetap melanjutkan main. Saya pun tetap membaca :d

Shofie masih terus menunjukkan wajah tidak antusias, sampai saya selesai membacakan kisah pendek tentang nabi Adam as.

Tapi … ternyata, yang saya bacakan tetap dia tangkap, lho! Suatu hari, sepulang TPQ, dia bercerita, “Ma, tadi Ustazah cerita kayak yang diceritain Mama dulu itu, lho! Tentang Nabi Adam.”

Oalala … tiwas, asal membaca keras saat dia sedang beraktivitas itu tidak saya lanjutkan :((

Untuk memulai sebuah kegiatan positif, kadang kita (eh, saya :p) memang perlu ada ‘sesuatu’ dulu sebagai pembangkit, yak. Tulisan Mba Ary  di blog itu pun jadi pembangkit saya untuk memulai kebiasaan baik saya kali ini. Ya, saya akan memulai mendongeng kisah nabi dan rasul, juga cerita lainnya, yang selama ini Shofie belum tertarik dengan bukunya.

Dua malam ini, setelah read aloud buku pilihannya (edu comics tentang penemuan dan penciptaan), lampu sudah dimatikan, dan dia mulai kriyep-kriyep mengantuk, saya pun mendongeng Nabi Nuh as. Ohya, tentu saja, sebelumnya, saya baca dulu bukunya, dong! Saya baca buku kisah nabi dan rasul versi anak, bukan karya Ibnu katsir yang tebal itu.Yah, saya, kan, lupa! Eh, saya pun tidak hafal juga dengan kisah para nabi itu :p

Alhamdulillah … acara mendongeng sukses! Shofie tertarik. Tidak menolak sama sekali saat saya mulai bercerita. Bahkan sempat diskusi sebentar, sebelum akhirnya dia terlelap 🙂 Hari ke dua, dia malah minta diceriterakan lagi, usai saya mendongeng Nabi Hud as. Akhirnya, saya mendongeng kisah kelahiran Rasulullah Saw. Tapi, kurang maksimal, karena saya kurang persiapan, hanya mengandalkan ingatan saja :p

Alhamdulillah. Satu masalah terpecahkan. Sekarang, masalahnya adalah saya bisa konsisten atau tidak dengan kebiasaan ini? Hehe … konsisten alias istiqamah memang bukan sesuatu yang mudah. Tapi, harus … harus … harus … diupayakan. Iya, kan? Yuk, semangat!

Advertisements

5 thoughts on “MULAI MENDONGENG

  1. aku mau merutinkan kembali ndongeng ah, you’re inspiring mak Aan. Duluuuuuu sekali aku sering bacain dongeng. Begitu Vivi udah lancar baca kupikir dia sudah tak perlu didongengin lagi. Vivi tenggelam dalam KKPK dan mbokne tenggelam blogwalking-an wae xixixiiiii… Vivi takbeliin 1 set ensiklopedi nabi jan ora didemek blaaass….mungkin memang harus pake didongengin kali ya

    • Aamiin, makasih Mbak 😉 Hari ke tiga, Shofie sudah terlelap begitu saya read aloud hehe. Hari ke empat, dia baru bangun setelah magrib, dalam kondisi gak mood. bangun aras-arasen, tidur lagi pun ogah xixi. akhirnya saya read aloud lanjutan kisah nabi sambil dia bikin flanel. yang dikerjain setengah hati juga 😉 Tapi malah dia serius dengerinnya 🙂 Belum selesai bikin bonekanya, dia pun golar-goler di tempat tidur dan merem ;))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s