FESPER 2014 (3) : Perkenalan Kreatif – Dadakan, Tapi Lumayan :d

Sepulang field trip, saatnya untuk check in, masuk dalam tenda sesuai dengan nomor yang telah diperoleh. Tenda ini tidak per keluarga, lho. Jadi, bapak-bapak sendiri. Anak yang sudah besar juga sendiri. Saya dan Shofie satu tenda. Kami pun membawa tas sendiri-sendiri menuju ke tenda yang sudah disediakan. Yup! Semua barang sudah saya pisah, termasuk punya Shofie. Jadi, dia pun harus membawa tasnya sendiri. Latihan mandiri :d

Saya dan Shofie sempat ‘salah tenda’, karena informasi yang saya terima dari kakak volunteer, ternyata berbeda. Kakak volunteer mengatakan, saya tetap bisa ke tenda 35 (sesuai dengan tenda untuk Mba Muti) dengan Shofie satu tenda bersama saya. Namun, ketika kami ke sana, ternyata tenda 35 untuk peserta yang lain. Hohoho …! Untung, Mbak Ira, seksi bagi-bagi tenda, tak jauh dari saya. Segera saya temui beliau, dan ternyata benar, saya bukan di tenda 35 lagi, melainkan di tenda 10 menggantikan Mba Dian dan Qonita, yang tak bisa ikut karena Pak Seno sakit.

Begitu masuk, Mbak Idaul sudah ada di dalam. Haaa …! Enggak nyangka bisa ketemu di FESPER bahkan satu tenda! Namun kenyataannya, Mba Idaul enggak pernah tidur di tenda. Kami pun jarang ngobrol :((

Selesai beres-beres, saya dan Shofie ke kamar mandi. Wei … antri! Akhirnya, saya dan Shofie memilih mandi di toilet, xixi. Yang penting cepet! Ternyata, banyak juga yang mandi di toilet. Eh, jangan membayangkan gimana-gimana, ya. Toiletnya bersiiih banget! Bahkan lebih bersih dibandingkan toilet saya di rumah xixi.

Selesai mandi, saya mengajak Shofie untuk wudhu sekalian, karena sebentar lagi magrib. Benar saja, begitu ke luar ke kamar mandi, terdengar azan. Alhamdulillah. Kami pun membawa baju kotor dan lain-lain ke tenda. Saat itu, ada Mba Lia dan putranya yang lucu, Abi. Abi langsung menyapa Shofie. Namun, Shofie diem saja, hihi. Yah, begitulah anak saya itu :d

Kami pun pergi ke “Mushala Tenda”. Ya, alhamdulillah disediakan tempat shalat yang cukup luas. Bukan di dalam ruangan tentu saja, tapi di tenda besar. Keran untuk wudhu pun ada banyak. Ketika saya sampai di sana, sajadah sudah ditata menghadap kiblat. Beberapa mukena juga tersedia. Bener-bener nyaman untuk shalat berjamaah. Senangnya lagi, mushala ini letaknya satu tangga di bawah tenda kami.

Ohya, lokasi shalat dan tenda ada di bawah. Sementara tenda besar untuk kegiatan dan makan, ada di atas. Jadi, semua urusan di bawah harus diselesaikan dulu, baru naik ke tenda besar untuk makan malam, kemudian diam di sana menunggu waktu kegiatan. Ini harus dipikirkan, lho, kalau enggak mau bolak-balik naik turun tangga. Sudah memikirkan seperti itu saja, pulang-pulang kaki rasanya masih gempor :p Begitu selesai shalat, kami menyimpan mukena di tenda, dan bersiap ke atas, untuk makan malam serta kegiatan.

Nah, acara malam pertama adalah perkenalan kreatif. Sebelumnya saya sudah membaca di grup Fesper, perkenalan kreatif adalah memperkenal diri dengan cara sekreatif mungkin. Bisa dilakukan perkeluarga atau per wilayah. Nah, jelas belum ada bayangan kami mau ngapain. Saya sempat kepikir, memperkenalkan per orang dengan cerita berima. Tapi … enggak sempat menyusunnya. Saat perjalanan ke Salatiga, saya pun membahas hal ini sama suami. Ide waktu itu adalah suami ngomong pakai bahasa Jawa mlipit ala pranata cara, kemudian saya terjemahkan. Tapi, belum fix juga, sih. Pokoknya masih blank, enggak ada ide, sampai acara dimulai!

Ketika acara dimulai, ternyata, acara perkenalan ini per daerah, bukan per keluarga.Nah, lho! Ada tiga keluarga dari Semarang, tapi kami belum komunikasi sama sekali. Sampai acara dimulai pun, kami tidak ‘saling bicara’.

Setelah acara berjalan beberapa saat, saya mendekati Mbak Ellen. Dan kami sama-sama bingung, hihi. Ya sudahlah, nanti perkenalan biasa saja, begitu jawab Mbak Ellen. Bahkan kami sempat bercanda, semoga saja panitia lupa kalau ada keluarga dari Semarang, jadi enggak perlu maju, haha! Terus, saya bilang sama Mbak Ellen, semoga keluarga Pak Ilik punya acara. Mereka, kan, keluarga seniman! Yah, semoga … semoga …, tapi karena tempat yang berjauhan, saya tidak sempat mengobrol dengan keluarga Pak Ilik. Sudahlah, gimana nanti aja!

Melihat acara perkenalan yang seru-seru, rupanya memantik ide Mba Ellen. Dan … tahu tidak idenya? Sama persis seperti yang saya obrolkan sama suami! Mbak Ellen mengusulkan perkenalan memakai bahasa jawa halu sehalus-halusnya, kemudian diterjemahkan! Nah, yang bertugas sebagai pranatacara tentu saja suami! Dan … penerjemahnya adalah Pak Thay, suami Mbak Ellen!

Yey! Saatnya maju.
Di panggung, Mbak Ellen bertanya pada putra Pak ilik yang remaja, mereka punya cara tidak? Ternyata jawabnya tidak.Ya sudah, sesuai rencana semula.

Mulai!
“Para pinilenggah kakung soho putri ingkang … bla … bla ….”

Belum-belum sudah terdengar teriakan, “Ora mudheng! Ora ngerti!”
Hahaha …! Ssstt … saya juga kalau udah bahasa seperti itu, tahunya dikit-dikit, lho! Ternyata, segitunya, yah, generasi kita meninggalkan bahasa daerah! *jewer telinga sendiri :p

Semarang

Setelah suami bicara beberapa kalimat, dengan kocaknya, Pak Thay berkata, “Artinya …bla …bla …”

Nah, saat ini, yang dari Yogya kelihatan ketawa-tawa, tapi yang lainnya tidak. Apa pasal? Bahasa terjemahannya juga salah! Hihihi …!

Sampai tiga kali terjemah aja, akhirnya kami memperkenalkan diri secara normal menggunakan bahasa Indonesia. Walaupun dadakan, tapi acara perkenalan kami lumayanlah, bisa bikin gerrr. Emang gerr ini penting banget, ya? Kalau enggak gitu, kok, rasanya enggak diperhatikan, haha!

Yeee … ini yang diceritain kok diri sendiri! Peserta lainnya juga seru-seru, lho! Apalagi yang sudah mempersiapkan diri.

Perserta terjauh dari Payahkumbuh memainkan musik dan nyanyian Minang (eh, bener, ya?).

Perkenalan Payahkumbuh1

Dari Bandung, walaupun spontanitas, lumayan gerr juga. Pak Otong (suami Mba Dina Sulaeman) memperkenalkan diri menggunakan pantun yang menarik.

Peserta dari Salatiga kayaknya juga spontanitas. Tapi keren juga. Lagunya tuh, asyik banget. Awalnya lupa, tapi endingnya, “Tan … tan … orangutan.” Siapa, tuh, yang orangutan?
Dan, inilah komentar dari Irma, yang menjelaskan pada saya di komen Facebook tentang orangutan itu 😀

Perkenalan Salatiga

Irma: Aku pertamanya juga ga ngerti maksud orang utan. Ternyata itu lagu yang dinyanyikan anak-anak SD di daerah Mba Septi untuk mendorong anak-anak bersekolah, supaya ga jadi orangutan. Sama-sama punya mata, hidung, tangan, kaki, tapi kalau manusia sekolah, orangutan enggak. Harusnya menyinggung HS-er, eh malah dipake jadi lagu kenegaraan HS-er, hahaha …!

Versi lengkapnya:
matanya sama, hidungnya juga sama
tangannya sama, kakinya juga sama
tapi ada satu yang berbeda
mereka sekolah kita tidak sekolah (harusnya kita sekolah)
tan … tan … orang utan … tan … orangutan … tan …!

Dan … ini, nih, yang heboh! Ketika peserta dari Jakarta yang naik panggung. Haiyaa … serasa semua penonton pindah ke panggung. maklum, peserta dari Jakarta ini paling banyak. Ada 89 orang (kalau enggak salah), dan kabarnya menempati satu gerbong sendiri di kereta dengan segala kehebohan anak-anak. Ditambah lagi, sempat latihan angklung di kereta malam-malam. Huaaa …! Untung, katanya hanya ada dua orang yang bukan rombongan. Dan … sering ditawari kue, biar enggak kesal, xixi. Wah, jadi pengin ngerasain gabung dengan rombongan ini :d

Kalau mau dengar cerita hebohnya saat di kereta, bisa baca tulisan Pak Aar di sini, nih.

Perkenalan Jabodetabek

Biar pun sendiri, peserta dari Bali juga memperkenalkan diri, lho!

Perkenalan Bali

Dari Yogya tak kalah heboh.
“Eee..haaa..eee..haaa..eeee…hopyaaa …!” Terdengar teriakan ramai seperti itu. Wah, serasa mau ikutan ber-hopya-hopya, deh :)) Cara perkenalan tiap keluarga juga unik. Setiap keluarga maju dengan memperagakan hobi masing-masing. Paling asik saat melihat Mba Ella, deh. Luwes banget gayanya :d

Perkenalan dari Yogyakarta

Terus peserta Jawa Timur, Cirebon, mana lagi, ya? Aduuuh, maaf enggak terekam dengan baik di otak yang sudah mulai menua ini. Pokoknya mah, acara perkenalan ini serrruuu!

Advertisements

One thought on “FESPER 2014 (3) : Perkenalan Kreatif – Dadakan, Tapi Lumayan :d

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s