FESPER 2014 (4) : Permainan Keluarga – Ternyata Tracking!

Hari ke dua kemah. Saya kaget, ketika terbangun melihat di luar rasanya terang benderang. Alhamdulillah, ternyata itu penerangan dari lampu. Masih pagi, tidak telat shalat subuh. Sebelum saya bangunkan, Shofie sudah nglilir duluan, dan semangat bangun. Kami pun ke kamar mandi, wudhu, dan menuju ‘mushala tenda’. Alhamdulillah masih bisa jamaah shalat subuh.

Selesai shalat, beres-beres tenda. Ngelipet sleeping bag, menata tas-tas, pokoknya biar tenda tetep rapi, deh. Malu, dong, sama teman sekamar kalau berantakan :p

Setelah itu kami ke atas, menunggu acara “Permainan Keluarga” yang dijadwalkan pukul 06.00.Bayangan saya, kami akan bermain games keluarga. Entah tebak-tebakan atau apa. Ada pengumuman dari panitia, kalau kami diminta membawa alat tulis. Wah, buat apa, ya?

Pukul enam, panitia yaitu kakak-kakak volunteer sudah siap. Sayangnya, peserta masih banyak yang belum kumpul. Satu di antara hal lain yang saya kagumi, semua kegiatan benar-benar on time. Keren, deh.

Pertama-tama, peserta kemah dikumpulkan berdasarkan kelompok. Setelah itu, dibagikan gelang dari dobel tips. Fungsinya untuk menempelkan benda-beda jatuh yang ditemui di jalan. Bisa biji-bijian, daun, buang, dan lainnya. Ingat! Yang jatuh, jadi bukan metik dari pohon, ya. Ide unik, nih.

Gelang dari dobeltip

Mulailah kami berjalan per kelompok. Shofie semangat sekali. Dia sibuk menempel semua benda yang ditemuinya dobel tip. Saking sibuknya, kami sampai tertinggal jauh di belakang hehe.

Jalan-Jalan

Tadinya, saya pikir acara jalan-jalan ini hanya keliling sekitar perkemahan. Ternyata, kami menyeberang jalan raya di depan lokasi dan masuk ke kebun kopi. Shofie Senang melihat pohon kopi yang pertama kali baru dilihatnya, juga menyapa ibu tani yang sedang mencabuti pohon jagung yang sudah dipanen. (Eh, yang menyapa saya, lho. Bukan Shofie, hehe) Selain itu juga melihat tanaman yang masih kecil yang ditutup pelepah batang pisang. Entah, tanaman apa yang di dalamnya. Saya duga itu tanaman cabe.

Tapi … tapi … lama-lama kelamaan, Shofie rewel juga! Kenapa? perjalanan ini ternyata jauh banget! Saya enggak persiapan. Selain pakai sepatu sandal yang kurang enak dipakai, juga enggak bawa minum. Weleh, mana suami dan Syafiq juga sudah berjalan di depan. Eh, emang mereka saya suruh duluan, sih. Habisnya … dua anak itu … -skip- :))

Pertama-tama, Shofie rewel karena gerah. Jaket dia lepas dan … mulai merengek-rengek. Haus dan capek! Waduh! Sempat kepikir nyegat orang yang naik motor xixi. Tapi malu, ah! Lagipula, kadar kerewelannya masih lumayan bisa ditolerir. Saya tidak perlu menggendongnya. Fiuh, salut juga dengan Mbak Ira yang masih kuat gendong Nara sambil tracking :d

Shofie juga ketakutan ketika melewati makam. Hihi … padahal tiap hari kami lewat pemakaman umum. lho. Untunglah kerewelan ini bisa terhenti sejenak, karena menemukan permainan tepuk daun, yang diajari Pak Sapta dari Yogya. Eh, bener enggak, ya, namanya tepuk daun. Ini mah kasih nama asal aja :p

Caranya:
Ambil daun yang agak lebar.
Satukan ujung ibujari dan kelingking sehingga membentuk rongga.
Letakkan daun di atasnya
Dan … pukul keras-keras.
Nanti akan terdengar suara “plok” lumayan keras, karena daun menjadi berlubang.

Selain Shofie, Nara, Diffi-nya Irma sangat antusias mainan ini, lho!
Setelah itu, kakak dari bumi perkemahannya mengajari membuat kalung dari daun pohon ketela pohon. Shofie biasa aja melihatnya, karena sudah biasa. Tapi … sepertinya ini permainan baru buat Diffi si anak kota.

Dan … setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhirnya sampai lagi di perkemahan. Karena jalan masuk lewat lokasi tenda tidur, maka saya langsung ke tenda, tidak ke tenda utama dulu. Males naik turun, hehe. Langsung ambil baju dan mandi. Setelah seger, baru naik ke atas untuk sarapan. Menunya nasi goreng! Eheeem … ! Saya ambil nasi sedikit banget dan acara timun hampir memenuhi piring plus kerupuk udang. Enggak pakai telur ceplok segala, deh.
Terus gabung sama Mbak Cantik yang putra-putranya diberi nama para nabi (Adam, Ibrahim), ihiks … saya kok lupa namanya, ya? Beliau langsung ngomentari, “Ih, suka timun, ya!”
Haha … maklum menu aneh. Acar lauk nasi!

Habis sarapan, masih ada waktu agak panjang untuk kegiatan berikutnya. Eeeh … baru keingat! Kudu tukar kaos, nih! Maklum saja, saya, kan menggantikan Mba Mutiara. Selain kurang satu, kaos bapak-ibunya berkebalikan, hihi. Suami Mba Mutiara ukuran XL, kalau suami saya cukup L. Sementara kalau Mba Muti cukup pakai M, saya harus … XXL, haha! Kaos Farrel bisa dipakai Shofie, kemudian nambah kaos dewasa ukuran M untuk Syafiq. Alhamdulillah, karena termasuk golongan pertama yang tukar kaos, semuanya masih dapat. Eeeh … enggak, ding. Saya akhirnya pakai kaos XL karena yang XXL habis (Hayooo … siapa yang pakai ukuran itu? :d). Alhamdulillah, masih cukup, deh. Walaupun, kalau ingin rada longgaran, yang badan kudu dikurusin lagi, xixi.

Advertisements

One thought on “FESPER 2014 (4) : Permainan Keluarga – Ternyata Tracking!

  1. Pingback: FESPER 2014 (5): Field Trip Anak-Anak – Shofie Berani! | Oyako no Hanashi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s