Seri Little Witch Co : Kepincut Silk dan Cotton yang Imut

PhotoGrid_1410753754490-1
Ketiga buku ini bukan buku baru. Namun, tak ada salah bila sekarang saya menulis kisah seru saat menyunting buku ini. Sebuah pengalaman yang sangat berkesan. Inilah pertama kalinya saya mendapat order menyunting buku terjemahan. Bahasa Jepang pula. Kamus Jepang-Indonesia setebal bantal yang sudah lama pensiun pun kembali dibuka. Satu yang membuat saya kesal, laptop besar yang saya bawa dari Jepang rusak! Suami juga udah nggak punya laptop layak pakai yang dari Jepang. Maklum, kami pulang dari Jepang tahun 2006, banyak barang udah almarhum. Alhasil, saya tidak bisa browsing arti kata menggunakan huruf hiragana. Mau install huruf Jepang di netbook takut kelamaan, nanti malah nggak bisa kerja, deh.

Saya bersyukur, punya teman-teman yang sangat berbaik hati berbagi membantu kala saya pusing membaca terjemahannya, dan semakin bingung saat membaca naskah aslinya, haha! Yup, nihonggo alias bahasa Jepang saya itu masih ala kadarnya. Tahun 2005 lulus sankyu (level tiga sebuah tes bahasa Jepang, semacam TOEFL), sih. Namun, sejak pulang ke Indonesia jarang dipakai. Ohya, satu alasan lagi, soal-soal di JLPT mah beda ama naskah cerita. *Minta dijitak*. Pokoknya, makasih banyak buat Nesia, Dina, Bu Huda atas bantuannya :d

Bagaimana ceritanya sampai saya mendapat job ini?

Sebenarnya, kerjaan ini justru datang saat saya benar-benar ingin meng-up grade ilmu penyuntingan. Saya belum puas dengan ilmu yang saya miliki. Saya juga ingin merambah genre buku lain. Selama ini, pengalaman saya masih sebatas menyunting buku anak. Nah, waktu itu Bentang Pustaka membuka workshop editor. Kalau tidak salah selama tiga hari. Peminat diminta mengirimkan data diri, kemudian di tes awal. Yup, mengirimkan data diri, di tes, sih bukan masalah. Masalahnya adalah … workshop dilakukan di Yogya! Saya adalah emak-emak rumahan banget yang jaraaang (nyaris tidak pernah) meninggalkan anak-anak. (Anak saya hanya dua, sih. Satu udah SMP, satu SD. Udah besar-besar, nggak ada bayi menyusui :p. Namun, keduanya belum pernah saya tinggal sendirian di rumah apalagi sampai menginap)

Keinginan kuat untuk belajar itu membuat saya sedikit nekat. Pertama saya bilang sama mertua dulu. Suami menyusul :d. Saya bilang kalau akan mendaftar ‘kerja’ yang bisa dikerjakan di rumah. Sebelumnya ada pelatihan di Yogya. Jadi, kalau keterima, selama pelatihan saya nitip anak-anak. Mertua mendukung banget. Secara beliau itu sebenarnya sangat mendukung saya bekerja haha. Setelah mertua setuju, baru, deh saya bilang sama suami, hihi. Oke. Suami pun siap ‘nglaju’ Magelang-Semarang selama tiga hari. Ohya, orangtua/mertua tinggal di Magelang. jadi, nanti saya juga ‘nglaju’ Magelang-Yogya.
Kebayang, kan, betapa niatnya saya waktu itu??

Semua pun berjalan biasa saja. Setelah saya mengirimkan CV, dikirimlah naskah untuk tes. Langsung saya kerjakan dan saya kirim balik. Yakin banget saya bakalan lolos ikut workshop itu (pede tingkat tinggi). Saya semakin yakin diterima karena tak lama setelah saya kirim hasil tes, sebuah email masuk di inbok. Saya ditawari menyunting sebuah novel anak terjemahan bahasa Jepang. Wow! Belum workshop, kok sudah dapat job? Girang banget, nggak, tuh?

Ehh … tentu saja, nggak langsung kerja, ya. Saya dites dulu. Materi tesnya adalah beberapa halaman dari Bab 1 naskah yang akan saya sunting. Dag dig dug banget saat mengerjakan. Walaupun sudah berpengalaman menyunting naskah anak, namun kali ini beda! Akhirnya … satu hari setelah naskah dikirim, saya pun dinyatakan LOLOS!!

Akhirnya, saya pun menyunting seri pertama Little Witch Co, “Daur Ulang Pakaian”. begitu selesai seri pertama, lanjut seri ke dua, “Perjalanan Sihir”, dan seri ke tiga “Gaun Bintang Kejora”. Ketiga buku ini benar-benar menarik sekali. Sebagai penulis juga (yup, sebelum terjun ke dunia penyuntingan, saya terlebih dulu terjun sebagai penulis, khususnya penulis bacaan anak), saya pun belajar dari buku-buku ini. Imajinasinya sungguh keren. Pesan moralnya ‘kena banget’. Namun, jangan dibayangkan cerita di dalamnya penuh petatah-petitih, ya. Jauh … jauh banget dari kata-kata menggurui itu.

Ketiga buku ini saya bacakan buat Shofie (7 tahun). Ya, buku ini mungkin bisa dikategorikan chapter book, pertengahan antara pictorial book dan novel. Ilustrasi di dalamnya cukup banyak, jadi lumayan menarik hati Shofie. Selesai saya bacakan, Shofie jadi sering ‘netah’ si Wonka, kucing di rumah, untuk berjalan dengan dua kaki. “Biar kayak Cotton,” katanya. Cotton adalah seekor kucing pelayan, salah satu tokoh di buku ini.
contoh isi buku

contoh isi buku 2

Walaupun judulnya penyihir, namun buku ini jauh dari cerita sihir-sihiran. Bahkan, Silk, tokoh utama di buku ini, seorang penyihir penjahit tidak pernah memakai kekuatan sihirnya untuk menjahit baju. Semua dikerjakan sendiri. Dia mau bekerja keras demi hasil yang sempurna. (Moral lagi :d)

Wah, kalau saya yang membuat resensinya, bakalan muji-muji melulu, nih. Silakan baca di goodreads, ya.
Seri 1: https://www.goodreads.com/book/show/18689904-little-witch-co-1
Seri 2: http://www.goodreads.com/book/show/18961204-little-witch-co-2
Seri 3: http://www.goodreads.com/book/show/18961274-little-witch-co-3

Berharap banget semua seri ini diterjemahkan (dan saya diminta menjadi penyuntingnya. Aamiin :d). Kata Mba Astri, kalau penjualan bagus, insya Allah akan lanjut seri berikutnya. Ada 20 seri kalau nggak salah. Yuk, ah, pada beli, dong. Biar saya dapat kerjaan lagi. Eh, biar bisa menikmati seri Little Witch Co ini :d

Ohya, kembali pada workshop Bentang. Apakah akhirnya saya diterima untuk ikut workshop itu? Ternyata tidak, Saudara! Haha. Alhamdulillah, nggak perlu ninggal anak yang merepotkan mertua dan suami, namun pekerjaan tetap dapat :d

Advertisements

14 thoughts on “Seri Little Witch Co : Kepincut Silk dan Cotton yang Imut

    • Iya,Rin. Alhamdulillah.
      Haha … laptopnya sudah ku-musium-kan. Kayaknya pernah kupajang di FB, laptop tapi pakai eksternal keyboard di atasnya, karena keyboard laptop rusak hihi.

  1. Seri Little Witch Co. itu buku anak-anak pertama yang kubaca sekaligus kubeli kembali saat usiaku sudah bukan anak-anak lagi. Pertama, sih, cuma penasaran karena dibombardir sama promo Little Witch Co. Berlanjut dengan baca resensinya sekaligus liat cover bukunya yang cantik (cover bawaan aslinya, kan ya?). Jadilan saya beli bukunya 3 sekaligus di Toga Mas Affandi.

    Ternyata isinya memang bagus. Ceritanya mengandung unsur Jepang (lha iya lah!) dan disisipi nilai moral yang smooth banget. Mungkin kalau dibaca anak-anak, nilai moral itu harus ditunjukkan oleh pembaca dewasa, ibu misalnya. Karena ya, itu, tadi, smooth banget. Nggak ketok ngguroni.

    Karakterisasi tokohnya seimbang. Ada sisi buruk dan ada sisi baiknya. (Lihat pada karakter tokoh Silk yang jutek tapi sebenarnya baik hati).

    Selain itu, ada keterbukaan dalam cerita Little Witch Co, yakni tentang pacaran (kalau nggak salah Nona Beruang – CMIIW). Hal ini jarang ditemukan pada cerita anak-anak asli dalam negeri, karena budaya kita menabukan kisah suka-sukaan ada di dalam buku cerita anak-anak.

    Makanya aku suka sama buku ini. Nunggu edisi lanjutannya tapi nggak kunjung terbit. Gimana ini Mbak Aan? πŸ˜€

  2. Pingback: Always be by your side | Oyako no Hanashi

  3. Saya lagi iseng nyari little witch co. dan buku-buku ambiru yasuko yang sudah diterjemahkan. Waaa ternyata ketemu sama Penerjemah bukunya πŸ˜€ *senang sekali*. Terjemahan bagus bu, nyaman sekali dibaca πŸ™‚ karena kdng saya baca buku terjemah anak ada yg susah dimengerti πŸ˜…Bunda saya membelikan buku little witch co yg nomor 3 buat adik” saya yang masih SD, tapi saya ikutan baca karena emang suka buku anak walaupun udah remaja gini :3 dan liat Ilustrasinya yang cantik banget. Dibaca-baca, ceritanya memang penuh pesan moral dan gak menggurui. Akhirnya dilain kesempatan cari buku yg ke 1dan ke 2, tapi di toko buku hanya ada yg nomor 1. Semoga bisa dilanjutkan diterjemahkan dan diterbitankan hingga jilid terakhir *hopehopehope*. Oh iya bu, apa ada buku little witch co. Versi jepang yang beredar di Indonesia?
    Komennya jadi kepanjangan hihiπŸ˜…

  4. Halo Saarah πŸ™‚
    Senang kalau Saraah suka dengan bukunya.
    Saya bukan penerjemahnya, hanya penyunting hehe. Bahasa Jepangnya masih sangat jelek, belum bisa menerjemahkan buku :d
    Ohya, sekarang bukunya memang sudah susah ditemui. Tapi, kadang di toko buku online masih ada. Coba saja googling, ya. Siapa tahu nemu. Sayang kalau tidak baca yang nomor dua, hehe.

    Sebenarnya, saya juga pengin baca semua buku Ambiru Yasuko san gara-gara menyunting buku ini. Sayangnya, hanya tiga buku ini aja yang diterjemahkan. Semoga lain waktu, ada buku lain yang diterjemahkan, ya πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s