Operasi ‘Gara-Gara’ Bisul

Ceritanya, tahun ’94 suami saya bisulan di kepala, tapi ‘mata’nya belum keluar, bekas bisul itu seperti benjolan. Setahun belakangan ini, benjolan itu tumbuh, dan lumayan besar, sampai sebesar telur puyuh.

Ohya, walaupun membesar, benjolan itu tidak sakit, juga tidak menimbulkan pusing atau lainnya. Jadi emang bikin males berobat hihi. Tahu-tahu, si benjol nggak bisa disembunyikan dari rambut. Kan, nggak cakep banget, tuh, di kepala ada telur puyuh. Itulah yang akhirnya bikin niat operasi :p

Senin suami periksa. Kamar full. Jadi, kami pesan kamar dulu. Tak disangka, Selasa siang dikabari kalau ada kamar kosong. Weih, enggak ngira juga bakalan secepat itu. Belum siap-siap. Akhirnya asal gubrak-gabruk masukin baju ke koper.

Kami berangkat, saat hujan deras, sebelumnya jemput Shofie sekolah dulu. Niatnya, kami sekeluarga akan nginap di hotel eh di RS aja, tak perlu merepotkan keluarga, tetangga, teman atau lainnya. Anggap aja liburan.

Perjalanan lancar, walaupun menembus hujan deras dan banjir di beberapa tempat. Baru kali ini, lihat di bawah patung Diponegoro, Ngesrep, bisa banjir seperti itu. Padahal hujan deras belum sampai satu jam. Bagaimana kalau berjam-jam, atau berhari-hari, ya? Na’uzubillah, deh.

Sampailah kami di RS dengan selamat, pas hujan tinggal menyisakan gerimis. Parkir di dalam full, akhirnya parkir di jalan, di luar RS.
Ada cerita lucu juga, nih. Enggak nyangka, kan, kalau operasi tuh musti di infus. Kirain, mah, masuk kamar aja, sampai waktu operasi. Ternyata,  musti udah masuk obat dari infus. Jadilah waktu mau diinfus di UGD, suami izin parkir mobil dulu. Soalnya mobil masih di luar :p. Dokternya juga geli saat itu. Untung ga izin mau usung-usung koper sekalian. Ternyata, parkir masih full. Tak mungkin, dong, suami di luar kelamaan nunggu parkir kosong, sementara Mbak Perawat sudah siap dengan infusnya. Urusan mobil dipikirin nanti (akhirnya, sekitar pukul 8 malam, saya minta tolong tukang parkir untuk masukin mobil).

Setelah itu, periksa darah dan lainnya. Sorenya kami diberitahu untuk foto kepala. Aih, mulai deg-degan, deh. Katanya, mengingat benjolan itu udah puluhan tahun, demi kehati-hatian, mau dilihat apakah ada penyebaran ke tempat lain. Hiks. Mulai parno. Parahnya lagi, saya baru tahu kalau suami harus bius total. Haiyah, makin berasa mau operasi beneran (Lah, emangnya operasi main-main? :p)

Menjelang magrib, tiba-tiba saya berubah pikiran. Terpikir untuk telpon adik ipar di Solo, minta tolong jagain anak-anak di rumah. Kamar yang kami dapat hanya ada satu sofa, tak memungkinkan untuk ditiduri berempat. Apalagi, hari Rabu, Shofie renang. Rasanya ribet banget musti antar dia ke sekolah, siang jemput lagi bawa ke RS.

Alhamdulillah. semua oke, Adik dan rombongan sampai RS sekitar pukul setengah sepuluh malam, dan bawa anak-anak pulang. Dan … honey moon is begin. Tinggal kami berdua di kamar. Halah.

Siang di hari Rabu dokter datang. Lega saat beliau mengatakan benjolan itu hanya ada di bawah kulit, operasi bisa dilakukan pukul empat sore. Alhamdulillah. Operasi berjalan lancar, tak sampai sejam, suami udah dibawa keluar dengan keadaan sadar sepenuhnya. Nggak ada tragedi mual sampai muntah segala (Yang mau muntah malah saya, akibat dikasih lihat jaringan yang diambil. Hoeek, nggak tahan, euy. Jijik, xixixi).

Sebelumnya, saya udah takut nungguin suami sendirian paska bius total. Pengalaman waktu Syafiq, dia cukup rewel, karena bekas operasinya mulai terasa sakit.  Makanya, saya minta ditemani ma ibu dan saudara lainnya, yang alhamdulillah bisa sampai RS pas suami masuk kamar kembali. Hihi … awalnya sok hero, nggak mau merepotkan saudara, ujung-ujungnya impor bantuan juga dari magelang :p

Alhamdulillah, catatan dokter juga oke. Kamis suami udah boleh pulang, kontrol lagi hari Senin.
Senin kemarin, saya mengantar kontrol. Hasil bagus, insya Allah, Jumat benang akan diambil.
Ngomongin benang, awalnya saya curiga, kok dikasih benang yang musti diambil lagi, bukan benang yang menyatu dengan daging? Apakah karena BPJS? Hihi …. Namun, kata dokter keluarga, karena kulit kepala keras, jadi pakai benang itu biar lebih kuat. Oooh ….

Alhamdulillah, sekarang udah lega. Si benjolan ini, yang emang disebut juga tumor jinak, udah hilang. Berasa parno, ya, dengar kata tumor, kanker, dls. Kalau di Jawa seringnya disebut uci-uci. Sebenarnya bisa diatasi dokter umum. Namun, karena letaknya di kepala, diperlukan tindakan bius total, jadilah kami musti ke rumah sakit. Beberapa teman ada benjolan uci-uci ini di tangan, perut, atau lainnya, cukup ‘diambil’ aja oleh dokter keluarga (dokter umum).

Yup itulah sedikit kisah dua malam di RS. Pengin berbagi aja, jangan sepelekan bisul, biarkan dia matang, pecah, matanya keluar. Penginnya, sih, ya, jangan sampai bisulan, ya 😉

Waktu saya share tulisan ini di FB, ada tips dari Mba Siti Nurhasanah tentang bisul, nih.

Bisul bisa diobati dengan daun lung atau daun ketela rambat. Caranya, cuci bersih daun itu, kemudian diremas-remas, dan tempelkan pada bisul. Nantinya bisul akan matang, bernanah dan pecah dengan sendirinya. Berdasarkan pengalaman beliau, nanahnya juga tidak bau. Alhamdulillah sembuh.

Advertisements

5 thoughts on “Operasi ‘Gara-Gara’ Bisul

  1. Saya punya bisul deket anus udah stu tahun awal nya pecah dekok bsul itu kalo kumat melumbung trus ngelurin cairan..ada ga rs yg operasi bisul gratis saya orang ga punya saya udah make kartu sehat tapi tiga priksa g di opersi cuman d kasih obat bisul nya kaya ad akar nya d samping yg dekok itu..waktu priksa ke rs tga kali cuman di introgasi ga di lihat bisul nya..g di priksa ..cuman di tanya tanya doang tolong rs mana yg bisa make kartu sehat .saya posisi di kab indramayu..nih no hp saya 082122461138 minta imponya ya sodara sodara ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s