Ngobrol Santai: Syahid & Melahirkan

Jadi….
Setelah beberapa waktu lalu ramai berita ibu meninggal saat melahirkan, sekarang ramai berita baby blues. Kalau nggak menyikapi dengan bijaksana (halah), maka si bumil ini akan makin baper.

Untuk baby blues ini, saya belum mau buka tema obrolan ma suami, ah. Habisnya, jawaban suka gak terduga :p

Bayangin aja,
Ketika membahas ibu meninggal saat melahirkan, saya udah pasang wajah serius, sedih, bahkan siap mengeluarkan kalimat wasiat (demi mendapat simpati atau apalaaah), tanggapan suami adalah… “Ah, nggak melahirkan juga, seumuran kita emang harus siap meninggal to, An. Makanya persiapkan diri sebaik mungkin.”
Waks. Jauh dari harapan, deh, hihi. Tapi, bener juga, siiih.

Bicara serius, ah.
Saya, kadang tak berani membayangkan kalau meninggal ketika melahirkan nanti. Bukan… bukan pada gimana suami, gimana anak-anak. Insya Allah, akan ada yang mengurus semuanya. Saya malah merasa tidak pantas mendapatkan itu, mengingat keseharian yang masih ‘biasa saja’. Bukankah wanita yang meninggal saat nifas karena melahirkan anak, adalah syahid?

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang wanita yang meninggal karena melahirkan anaknya berarti mati syahid. Sang anak akan menarik-nariknya dengan riang gembira menuju surga” (HR. Ahmad)

Tapi…
Ya gak tahu juga. Kadang Allah menilai amalan suatu hamba, yang kadang hambaNya sendiri tak merasa melakukan amalan itu. Semoga… semoga… ada satu amalan dari saya, yang saya tidak mengetahui/merasa melakukan kebaikan itu, tapi bisa memberatkan timbangan kebaikan. Aamiin… aamiin…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s