Gerr … di Meja Makan

Pagi tadi, si emak rada pusing. Jadi ga masak buat sarapan. (Ketahuan siangnya, ada petugas dinkes pendampingan bumil datang, ternyata tensinya 90/70. Weks. Padahal malamnya periksa ke dokter keluarga, 110/70. Kalau hb emang rendah, sih. 9.7)

Akhirnya, buat sarapan belilah mi goreng dan teman-temannya (baca: gorengan wkwk), sama mbah-mbah yang lewat di depan rumah.

Pas makan, Shofie bilang, “Kok, mi nya gak panas.”
Radar emak langsung bunyi. Perilaku ‘protesan’ kayak gini gak boleh jadi kebiasaan.
“Shofie… ” (Rada melotot). “Ya jelaslah nggak panas. Mi goreng dimasak sejak kapan… bla… bla…”.

Sang penyelamat suasana pun angkat bicara. “Mau diangetin lagi, po?”
“Enggak, ah. Nanti malah gosong,” Shofie menolak saran papanya, dengan wajah yang… begitulah :p

Emak rada ga terima sebenarnya. Baik saran ngangetin, dan cara penolakan Shofie. Saran si Papa memperlihatkan kalau kami sebagai ortu gak kompak. Harusnya saling mendukung, untuk mengajarkan sikap nrimo pada anak.
Jawaban Shofie bener-bener gak bener, deh. Udah protes, dikasih saran, menolak mentah-mentah. Duh, adab… adab….

Siap-siap ‘kuliah’ lagi, dong. Namun, belum juga mulai buka mulut….

“Gak gosong wis. Bungkus lagi, terus kekep di sini, nih….” kata si Papa sambil cengar-cengir.
Dan… meja makan penuh suara cekakan. Soalnya njelehi banget, si Papa memperagakan mi dikepit di ketiak :p

Advertisements

2 thoughts on “Gerr … di Meja Makan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s