Kursus Jahit Maraton: Sehari Jadi Gamis

Late post. Acara ini sudah dilaksanakan tanggal 16 Agustus lalu, hehe

Kursus pola dan jahit maraton, sehari jadi gamis. Menarik, ya?
Dulu… awal-awal nikah, baper dibilang pengangguran, saya pun ambil kursus jahit. Hasilnya? Ora iso opo-opo wkwkwk. Padahal, kursus di tempat terkenal di Yogya pada masa itu. Maklum, bukan passion kali, ya. (Alesan :p)

Nah, rupanya si anak wedok, Shofie, lebih punya darah utinya (bukan emaknya). Dia suka nak-nik aneka kerajinan, salah satunya menjahit. Bahkan, puasa kemarin minta hadiah mesin jahit kalau puasa penuh. Weks. Seumuran dia, puasa penuh itu udah ga ada hadiah-hadiahnya lah :p

Oke, ketika sang Cikgu Noor kursus jahit maraton mau ke Semarang, langsung aja saya samber untuk ngisi pelatihan. Tadinya, yang mau saya ikutkan ya, Shofie hihi. Saya cukup jadi EO (halah) dibantu para emak di BMC (Busy Momy Community) yang asyik tentu saja.

Namun, setelah dipikir-pikir, gak mungkin lah, Shofie yang ikut. Namanya anak 9 tahun, tentunya belum ‘nyandak’ bicara teori, pun seharian begitu. Akhirnya saya yang ikut, nanti ilmu bisa ditransfer lah…

Deal waktu dll, peserta juga cukup banyak. Yang tadinya hanya khusus anggota BMC, teryata bisa nambah teman-teman BMC hehe.

Nah, masalah pun datang. Namanya juga newbie semua di dunia jahit-menjahit, hanya ada satu orang yang punya mesin jahit portable, dua orang punya mesin jahit jadul. Padahal perlu 6 mesin jahit per hari, untuk dipakai selama dua hari, pun mesin itu harus diangkut ke rumah saya di lantai 2. Pingsan, deh.

Skip… gak mungkin. Carilah penyewaan mesin jahit. Mbak Endah mendapat mesin jahit di LPK. Info awal, mesin jahit bisa diantar ke rumah. Namun, akhirnya ketua LPK minta kita yang datang saja ke sana. Oke, deh. Kalau begitu bisa sekalian sehari 15 orang (nambah kuota, yang tadinya 12 orang, karena mesinnya banyak, jadi 15 orang hehe)
Udah seneng, tuh. Sampai akhirnya, kami survey ke sana. Apa yang dilihat? Olala… mesin jahitnya high speed!! Sang Cikgu langsung menolak mentah-mentah. Gak bisa! Apalagi dipakai buat pemula.

Pasrah, wis. Belajar pola aja juga gak papalah, gak usah sampai jahit. Alhamdulillah, Mb Indah gigih browsing, akhirnya nemu SMK Diponegoro, ada jurusan busana, di dekat rumah (walaupun tempatnya mblusuk). Langsung, deh, ditelpon. Dan dibilang oke!! Keesokan harinya langsung survey. Siip. Mesin jahitnya biasa walaupun jadul, sebagian pakai dinamo, sebagian pedal. Saya hitung ada 16. Alhamdulillah….
Begitu fix tempat, Cikgu pun langsung belanja kain hihi… Untunglah, belanjanya dibantu Qoulan, ya. Soalnya para emak ini request motif kain, mulai hitam polos sampai shabby chic yang cocok buat mahmud.
Jujur, saya rada deg-degan. Akankah acara akan lancar? Gimana kalau tiba-tiba jadwal bentrok karena kurang koordinasi? Gimana kalau mesin jahit ngadat? Gimana… gimana… Akhirnya yang ada hanya pasrah. Insya Allah, udah usaha maksimal.

Hari H pun tiba. Berangkat ke lokasi, sebelumnya ngampiri aneka perlengkapan dulu, sampai lokasi pukul 08.00 (sesuai jadwal). Masuk ruang kepala sekolah, izin, dll. Lalu, langsung dipersilakan ke lab. Ternyata… pintu digembok. Huaaa… Was-was lagi, deh. Jangan-jangan ruangan belum siap? Hiks….
Seorang guru pun datang membuka pintu. Begitu masuk, lega rasanya. Lab sudah bersih, rapi, dan dipel. Jadi malu udah su’uzhan.

Mbak Noor langsung nulis-nulis di white board, sementara saya… cari toilet wkwkwk. Hamil baru 4 bulan, tapi kok sudah beser banget. Di dekat lab ada masjid, pastilah ada toilet. Bener ada, sih. Dan, tahukah saudara-saudara? Toilet tak berpintu. Saya lihat di sekeliling, berasa terlempar ke zaman batu. Ya, kondisinya masih ndeesoo banget.

Akhirnya, yang berikutnya kalau mau ke toilet kita gantian rame-rame. Dua orang berperan sebagai penjaga pintu dengan membentangkan kain yang mau dibuat gamis, hahahaha. Mantap, dah!

Belum cerita kursus kok udah panjang banget, ya? Hiks….
Alhamdulillah, peserta datang bersamaan walaupun telat dikit. Jadi, acara bisa langsung dimulai. Kayak belajar di kelas beneran. Ada bu guru di depan yang menerangkan. Kami ndeprok di lantai.
Pertama belajar buat pola. Teori – praktik – teori – praktik. Begitu terus, dan langsung diperiksa bu guru. Pas dhuhur, pola sudah selesai. Pas, makan siang juga datang.

13975447_843238339109685_5028016978822580998_o

Acara gunting-menggunting dilanjut setelah maksi dan shalat, juga makan cemilan potluck dari peserta.

Kehebohan muncul lagi. Begitu diperiksa, ternyata beberapa mesin jahit itu tidak ada sekocinya. Bu guru mumet, dah. Alhamdulillah, Mb Indhy siap sedia membelikan, sekaligus jemput krucil yang pulang siang. Rupanya, masalah belum terpecahkan, karena hanya dapat tiga sekoci hihi….

Lalu gimana, dong?
Nah, ini juga ada cerita sendiri. Dari 16 mesin jahit itu hanya ada empat yang pakai dinamo. Lainnya masih pancal. Rupanya, buat pemula, mancal ini jauh lebih sulit daripada yang tinggal nginjek dinamo. Jahitan malah maju mundur tak karuan xixi. Alhasil, beberapa teman pun menjahit jelujur gamisnya wkwk.

Sebelum sore, saya melihat ke atas. Rupanya, tak ada lampu sama sekali di ruang jahit ini. So, mau tak mau, kelas harus selesai sebelum petang. Tadinya, menjadwalkan pukul 16.15 kegiatan dihentikan, lanjut semua beres-beres, setengah lima pulang. Tapi, masih pada keasyikan hihi… molor deh, jadi jam lima baru kelar.

13920643_843238615776324_2659292565208790498_n

Ada tiga orang yang gamis sudah selesai. Walaupun begitu, sebagian besar sudah berbentuk gamis, kok. Berasa lah buat gamis hari ini hihi.

Esoknya… buat yang belum selesai, bisa melanjutkan jahit atau tanya-tanya di rumah. Alhamdulillah, mesin jahit portable Mbak Ria dipinjamkan.

Weih… selesai juga ceritanya. Seru-seru, heboh, hihi. Alhamdulillah, dengan segala keterbatasan yang ada, acara bisa dibilang sukses. Jazakillah khoiran katsiran ya, Mba Noor … šŸ™‚

Advertisements

2 thoughts on “Kursus Jahit Maraton: Sehari Jadi Gamis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s