Minta Ditabok :)

Sabtu pagi, suami pulang dari stasiun, menjemput kakak dan keponakan dari Jakarta, yang mau mudik Magelang (kereta ke Yogya habis, akhirnya turun Semarang, hehe). Saat itu, di rumah pas ada teman yang mengambil buku.

Ketika kakak mandi, dan keponakan main di atas sama Shofie, suami menanyakan si tamu. Siapa? Maka, mengalirlah cerita dari saya.
Temen tadi beli buku. Semalam, saya lihat ada beberapa buku belum terjual numpuk di kardus. Padahal, weekend niat mau beres-beres kamar untuk persiapan debay. Alhamdulillah, Jumat adalah waktu promo di sebuah grup. Maka, iseng aja saya posting buku-buku itu. Karena hanya ngabisin stok, pun dijual sama anggota grup yang saya kenal dengan baik, saya sedikit mengobral buku itu, apabila beli tiga buku ini sekaligus.

photogrid_1477021904392
Eh… gak tahunya banjir pembeli. Habis, deh, semua bukunya, bahkan pesan lagi ke penerbit, masing-masing buku lebih dari 10 exp. Bahkan,berlanjut sampai beberapa hari, karena ada teman yang menjual lagi buku-buku itu (menjadi reseller). Alhamdulillah, kan?

Kebayang, kan, betapa menggebunya saya cerita jualan yang sukses itu? Namun, apa jawaban suami mendengar berita menggembirakan seorang bakul ini? Uhuks, dah. Bukannya ikutan seneng, malah bilang gini. “Terus, Tita (keponakan yang lagi di rumah) kebagian nggak?”
Eeeaaa… he knows me so well, yang suka main jual-jual aja. Kadang, buku punya Shofie juga saya jual, hihi.

Langsung saya jawab dengan cengiran. “Habis. Semua udah pesanan. Nanti dikirim aja, ya.”
Suami diem. Jelas bedalah ‘rasanya’ ngasih di rumah sama nanti dikirim. Hehe. Lama, doi gak bicara. Kali dia galau, perang batin. Mau ngatain istri pelit atau bakul profesional yang mengutamakan pelanggan wkwkwk.

Sebagai istri yang tahu diri, otak langsung berputar. Buku apa yang kira-kira bisa dikasihkan keponakan hari ini, ya? Masuklah saya ke kamar, lihat-lihat lemari yang berantakan, dan taraaa… tampaklah seri Fun Cican.

photogrid_1477752002386
Sebenarnya, buku itu disimpan untuk keponakan juga. Tapi keponakan yang lain lagi, bukan si Tita ini hihi. Maklum, punya banyak keponakan. Suami lima bersaudara. Saya tiga bersaudara.

Langsung, deh, buku itu saya ambil. Kasih lihat ama suami. “Ada buku yang lain lagi, nih. Kasih ini, ya.”
Jawabannya lagi-lagi bikin surprised, deh.
“Keren, ya, bukunya. Ada tulisan Aan Wulandari di bukunya.”
Eeeaaa… dari puluhan buku yang ditulis si istri, emang baru tahu, ya, kalau di kaver selalu ditulis nama. Minta ditabok, nih, suaaamiiii….

Ohya, keponakan yang ke rumah ini kelas dua SD. Sebenarnya udah nggak levelnya baca Cican, sih. Jadi, saya bilangnya gini.
“Kak, ini buku buat Dik Qonit, ya. Nanti Kak Tita yang bacain.”
Hihi… cerdas, kan? Qonit adalah adiknya, yang baru masuk playgrup.

Nah, kalau jawaban keponakan ini bikin nyeesss, deh.
“Makasih, Tante. Qonit emang lagi minta dibacain buku terus. Dia pasti senang dapat buku ini.”

Advertisements

3 thoughts on “Minta Ditabok :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s